institut teknologi sepuluh
Institut Teknologi Sepuluh ITS

Profile Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Institut Teknologi Sepuluh Nopember (dengan julukan ITS) merupakan perguruan tinggi negeri atau universitas terbaik Indonesia yang berada di Surabaya.

Sebelumnya, ITS dibangun oleh Yayasan Perguruan Tinggi Teknik (YPTT) yang dipimpin oleh dr. Angka Nitisastro pada 10 November 1957.

Dies Natalis ITS pertama dijalankan pada 10 November 1960, sementara nama “ITS” mulai dipakai dalam Aturan Pemerintahan No. 9 tahun 1961 (disahkan pada tanggal 23 Maret 1961).

Pada awalnya ITS dibangun dengan visi hanya untuk mendidik beberapa pimpinan yang sudah unggul di bagian sains dan teknologi, dengan tujuan agar dapat membuat Repiblik Indonesia menjadi negara yang semakin berperadaban maju dan tinggi.

Sejarah ITS

Pendirian : Pada Tahun 1957

PII Cabang Jawa Timur melangsungkan lustrum pertama serta ide membangun instansi pendidikan tinggi kembali dilontarkan.

Akhirnya, seorang dokter umum Dr. Angka Nitisastro, bersama dengan insinyur PII cabang Jawa Timur telah memilih untuk mewujudkan atas berdirinya suatu Yayasan Perguruan Tinggi Teknik.

Beberapa argumen dasar pendirian yayasan itu diantaranya:

Lahan Indonesia yang luas dan mempunyai kekayaan hasil alam yang berlimpah dan belum digunakan.

Keperluan akan tenaga insinyur sekitaran 7000 untuk melakukan beberapa program pembangunan dan industri dalam negeri.

Menyaksikan perbedaan dalam jumlah insinyur di negara maju dan berkembang lainnya yang jauh berbeda.

Pada Tanggal 17 Agustus 1957

Yayasan Perguruan Tinggi Teknik (YPTT) dengan cara resmi berdiri dan dipimpin oleh dr. Angka Nitisastro.

Yayasan itu dibuat sebagai tempat untuk memikirkan beberapa tindakan selanjutnya serta membicarakan sedalam-dalamnya semua resiko yang terkait dengan pengambilan keputusan dalam rencana membulatkan kemauan membangun sebuah Perguruan Tinggi Teknik di kota Surabaya.

Pada Tanggal 10 November 1957

Yayasan membangun Perguruan Tinggi Teknik 10 Nopember Surabaya yang disahkan oleh Presiden Soekarno. Dimana perguruan tinggi tersebut hanya memiliki 2 jurusan, yaitu: Jurusan Teknik Sipil (JTS) dan Jurusan Teknik Mesin (JTM).

Sesudah sekian tahun melalui sejumlah usaha yang dirintis oleh beberapa tokoh dari YPTT, Perguruan Tinggi Teknik 10 Nopember diganti statusnya jadi Perguruan Tinggi Negeri bernama: “Institut Teknologi Sepuluh Nopember di Surabaya”.

Institut Teknologi Sepuluh Nopember ITS dimana sebelumnya hanya memiliki 2 jurusan, kini sudah beralih menjadi 5 yaitu:

Teknik Sipil (TS), Teknik Elektro(TE), Teknik Mesin(TM), Teknik Perkapalan(TP), dan Teknik Kimia(TK).

Perkembangan : Pada Tahun 1961

Jurusan selanjutnya beralih menjadi fakultas. Selanjutnya dengan ketentuan pemerintahan No. 9 tahun 1961 (ditetapkan kemudian di tanggal 23 Maret 1961) ditetapkan jika Dies Natalis Institut Teknologi Sepuluh Nopember yang pertama ialah tanggal 10 November 1960.

Pada Tahun 1965

Berdasar SK Menteri No. 72 tahun 1965, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) telah membuka dua fakultas baru, yaitu: Fakultas Teknik Arsitektur (FTA) dan Fakultas Ilmu Pasti dan Ilmu Alam (FIPIA).

Mulai saat itu, ITS telah memiliki tujuh fakultas yang menyebar di seluruh tempat, seperti Jl. Simpang Dukuh 11, Jl. Ketabang Kali 2F, Jl. Baliwerti 119-121, Jl. Basuki Rahmat 84 yang telah menjadi kantor pusat ITS.

Buat mengantisipasi perkembangn selanjutnya, dan menyatukan beberapa tempat kuliah yang terpisah tersebut, karena itu beberapa figur YPTT, bersama dengan Bupati Surabaya pada waktu itu Raden Soekarso (1958-1968) cari lokasi baru untuk pembangunan Universitas ITS di wilayah Sukolilo – Keputih Surabaya dengan luas lahan 172 ha.

Pada Tahun 1972

Fakultas Teknik Sipil berpindah ke Jl.Manyar 8, hingga ITS semakin terpencar.

Pada Tahun 1973

Pengaturan gagasan induk pengembangan jangka panjang (20 tahun) sebagai dasar peningkatan ITS seterusnya.

Namun gagasan Induk untuk perkembangan ITS berhasil menarik perhatian dari Asian Development Bank (ADB). Dimana yang selanjutnya mendapatkan tawaran dana utang sebesar US $25 juta untuk mengembangkan 4 fakultas, yaitu:

Fakultas Teknis Sipil (FTS), Fakultas Teknik Mesin (FTM), Fakultas Teknik Elektro (FTE), serta Fakultas Teknik Kimia (FTK).

Pada Tahun 1975

Fakultas Teknik Arsitektur pindah ke universitas baru di Jl. Cokroaminoto 12A Surabaya. Namun Kantor pusat Institut Teknik Sepuluh ITS berpindah ke alamat yang masih sama.

Pada Tahun 1977

Dana dari ADB itu sebagian dipakai untuk membuat universitas ITS Sukolilo untuk empat fakultas tersebut di atas.

Di tahun 1981 pembangunan gedung di universitas Sukolilo sebagian telah usai. Namun pada pembagunan terhadap Univistas Sukollio US tahapan ke I dapat di tuntaskan dan di resmikan penggunaannya di tanggap 27 Maret1982.

Kampus Sukolilo : Pada Tahun 1983

Peralihan susunan organisasi yang berjalan untuk universitas atau institut sesuai Ketentuan Pemerintahan No. 5 tahun 1980, Ketentuan Pemerintahan No. 27 tahun 1981 serta Keputusan Presiden No. 58 tahun 1982, ITS kemudian berubah kembali menjadi hanya 5 fakultas saja, yakni:

Fakultas Teknik Industri (FTI), Fakultas Teknik Perkapalan (FTP), Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan (FTSP), Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), dan Fakultas Non Gelar Teknologi (Program-Program Non Gelar).

Pada Tahun 1991

Terjadinya perubahan fakultas menjadi 4, yaitu: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), Fakultas Teknologi Industri (FTI), Fakultas Teknik Sipil serta Perencanaan (FTSP), dan Fakultas Teknologi Kelautan (FTK).

Jurusan yang berada di Fakultas Non Gelar Teknologi (FNGT) diintegrasikan ke jurusan sejenis di 2 fakultas (FTI dan FTSP). Disamping itu ITS memiliki 2 Politeknik yakni Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya (PPNS) dan Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS).

Pada Tahun 1994

Kemudian ITS kembali mendapatkan pinjaman dana dari ADB sebesar US $47 juta untuk meningkatkan semua fakultas dengan fokus teknologi kelautan.

Program ini selesai pada April 2000. Disamping itu untuk meningkatkan Fakultas Teknik Perkapalan (FTP), ITS telah mendapatkan dana hibah dari pemerintahan Jerman/GTZ pada tahun 1978-1986.

Pada Tahun 2001

Menurut laporan berdasarkan SK Rektor pada tanggal 14 Juni 2001, Institut Teknologi Sepuluh (ITS) telah membuat fakultas baru yaitu Fakultas Teknologi Info (FTIf).

Baca juga : Universitas Telkom

Baca juga : Institut Teknologi Bandung

Daftar fakultas yang ada di ITS

institut teknologi sepuluh
Institut Teknologi Sepuluh ITS
ITS Fakultas Teknologi Industri dan Rekayasa Sistem

Menurut laman Quipper Campus jika Fakultas Teknologi Industri dan Rekayasa Sistem sebagai salah satunya fakultas yang menjadi simbol untuk ITS.

Pertama kalinya berdiri adalah di tahun 1981 dengan mengetuai jurusan Teknik Mesin, Teknik Elektro, Teknik Kimia serta Teknik Fisika.

Selanjutnya di tahun 1985 dibuka program baru yaitu Teknik Industri dan Teknik Computer. Sampai sekarang ini sudah banyak prestasi dan karya yang sudah lahir dari fakultas ini

ITS Fakultas Teknologi Kelautan

Fakultas Teknologi Kelautan mempunyai misi untuk menjadi Instansi pendidikan tinggi referensi di ASEAN dalam pendidikan tinggi teknologi kelautan.

Selainnya sediakan program pendidikan pada tingkatan Sarjana, Magister, dan Doktor, fakultas ini juga sediakan tingkatan pendidikan Joint Degree pada jurusan Teknik Perkapalan dan Teknik Sistem Perkapalan.

Sedikit info mengenai Joint Degree merupakan kerja sama yang telah dilakukan oleh Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) dengan Mokpo National University (MNU) dari Korea Selatan.

ITS Fakultas Desain Kreatif dan Bisnis Digital

Profesi pada bagian Desain Kreatif dan Bisnis Digital (DKBD) saat ini menjadi incaran banyak anak muda. Oleh karena itu, tidak sedikit perguruan serta lembaga pendidikan tinggi yang telah menyediakan program pengajaran di bagian ini.

Terhitung ITS yang mempunyai Fakultas Desain Kreatif serta Bisnis Digital dengan berbagai macam jalur modern, seperti Design Produk, DKV, Manajemen Bisnis, Study Pembangunan, Manajemen Teknologi, dan Design Interior.

ITS Fakultas Teknologi Elektro dan Informatika Cerdas

Fakultas Teknologi Elektro dan Infomatika Cerdas (FTEnIC) merupakan salah satu fakultas terbesar di ITS yang mempunyai Akreditasi grade A.

Teknik Elektro masuk dalam Fakultas Teknologi Industri semenjak tahun 1960, tetapi Teknik Elektro beralih menjadi fakultas sendiri semenjak tahun 2016 dengan memayungi jalur Tehnik Elektro, Teknik Biomedik dan Teknik Komputer.

Dan sekarang FTEIC ITS menambahkan 3 jurusan kembali, yakni Teknik Informatika, Sistem Informasi, dan Teknologi Informasi.

ITS Fakultas Teknologi Informasi

FTIK berdiri pada 14 Juni 2001, dengan tujuan khusus didirikan fakultas ini untuk tingkatkan kualitas dan distribusi teknologi informasi secara global.

Dengan harapan lulusannya kelak akan jadi para ahli yang mempunyai pengetahuan mendalam mengenai teknologi komputer dan sanggup berperan untuk menjawab keperluan teknologi terbaru.

ITS Fakultas Teknik Sipil, Perencanaan, dan Kebumian

Fakultas Teknik Sipil, Perencanaan, dan Kebumian ITS sebagai salah satunya fakultas favorite pilihan bagi calon mahasiswa, tingkat keketatan kompetisinya pun setiap tahun semakin tinggi.

Tujuan khusus pendidikan di fakultas ini untuk membuat mahasiswa yang pakar dalam hal perancangan dan pembangunan infrastruktur lingkungan serta geologi yang inovatif dan bertaraf internasional.

ITS Fakultas Vokasi

Di tahun 2017, ITS membuat sebuah fakultas yang membawahi semua program diploma, baik Diploma 3 atau Sarjana Terapan di ITS, yakni Fakultas Vokasi.

Fakultas ini membawahi 6 departemen, salah satunya: Teknik Infrastruktur Sipil (TIS), Teknik Mesin Industri (TMI), Teknik Elektro Otomasi (TEO), Teknik Kimia Industri (TKI), Teknik Instrumentasi dan Statistika Bisnis (TIS).

ITS Fakultas Sains dan Analitika Data

Fakultas Sains dan Analitika Data ITS sebagai merger dari 2 fakultas yakni Fakultas Matematika, Komputasi dan Sain Data dengan Fakultas Ilmu Alam.

Fakultas ini mempunyai tujuan menghasilkan sumber daya manusia yang mempunyai kemampuan meningkatkan nalar berpikiran matematis, analisis dan sanggup ambil simpulan secara ilmiah dan sanggup mengungkapkan sikap alam lewat riset ilmiah.